5 Cara Meningkatkan Kinerja Karyawan

Konsep Otomatis

Sebagai mantan penyusun dan pelatih tim sepak bola di kampus dan pendiri dari tiga perusahaan, saya menemukan beberapa kesamaan antara menjadi pelatih dan pimpinan bisnis yang hebat. Salah satu tujuan terpenting yang harus dicapai oleh pelatih atau seorang wirausaha adalah membina pemain ?A? yang sangat produktif. Di sepak bola, pemain A meliputi quarter back dan running back yang berjuang keras untuk timnya.

Maksud saya, mereka yang berlatih keras setiap hari, berlari dengan putaran yang lebih banyak dan membantu pemain yang lemah. Di dalam bisnis mereka adalah pengubah permainan, pembangun bisnis, dan jajaran produser atas ? bawah. Jumlahnya dapat dihitung dengan jari, mereka yang sering ke bar dan ingin selalu terukur, mereka yang selalu membawa ide-ide besar kemudian pergi untuk menyelesaikannya.

Menemukan pemain ?A? cukup sulit, tetapi bebaskan mereka sampai mereka dapat memberikan yang terbaik untuk perusahaan. Bagaimana Anda yakin mereka tidak kewalahan dari membawa beban tim? Ditambah, bagaimana proses ini menginspirasi pemain B untuk mengikuti alurnya, saat kita membuang pemain C? Berikut lima langkah yang dapat diikuti, tidak hanya untuk membuat mereka sukses, tetapi juga untuk menyukseskan perusahaan.

5 cara meningkatkan kinerja karyawan

Mempublikasikan aturan main.

Setiap orang perlu tahu strategi permainan yang sedang berlangsung. Saat pemain melihat keseluruhan rencana permainan, mereka akan dapat membuat keputusan yang lebih baik di lapangan. Saat pekerjaan seseorang dengan jelas berhubungan dengan objek bisnis, Anda akan mendapat hasil yang positif. Tidak hanya target yang tercapai, tetapi sensasi ketika melihat rencana pekerjaan mereka akan memotivasi pemain.

Letakkan starters di tim spesial.

Pelatih Bill Belichick dari New England Patriots membuat kontroversi di tahun 2012 saat dia memenuhi tim spesialnya dengan starters. Belichick berkata itu semua untuk meletakkan pemain terbaik di lapangan di saat kritis, bukan hanya di saat-saat yang penting. Sama halnya dengan bisnis. Letakkan orang dengan performa terbaik di proyek yang sangat kritis. Berikan karyawan problem yang sulit untuk diselesaikan.

Menguji kinerja.

Di sepak bola, pelatih selalu melihat rekaman permainan, menguji setiap kinerja dan produktivitas pemain, menilai mereka berdasarkan sebaik apa tugas individunya mereka selesaikan, Jika ada kesalahan, rencana harus segera diubah sebelum permainan selanjutnya. Dalam bisnis ini disebut pandangan manajemen. Meski pun mereka dapat dipantau via kolaborasi online atau pun lainnya, manajer harus mempunyai visibilitas tidak hanya untuk mengoreksi kesalahan, tetapi juga untuk memberi penghargaan untuk pekerjaan yang baik. Tidak ada yang lebih mengganggu pemain A daripada tidak diberikan penghargaan atas kerja keras mereka untuk tim.

Perjelas tentang peran dan saling ketergantungan.

Jika setiap orang melaksanakan pekerjaannya dan tahu ketergantungan perannya dengan yang lain, ini akan membuka peluang sukses yang lebih besar. ?Bermainlah di posisi Anda? adalah nasihat yang familiar dari pelatih dan tepat untuk diterapkan di dunia bisnis, tetapi wirausahawan butuh untuk menambahkan ?seseorang yang dapat bekerja di kala genting?.

Percayai pemain terbaik Anda.

Salah satu ciri dari quarterback yang hebat sepeti Peyton Manning dari Denver Broncos adalah kemampuan untuk dengan cepat membaca serangan dan mengubah permainan di momen yang panas. Di dalam bisinis, Anda harus mempercayai pemain terbaik Anda dalam membuat perencanaan yang dibutuhkan tanpa harus menengok ke pundaknya setiap menit.

Manajemen tim, budaya perusahaan dan solusi teknologi yang baik dapat membuat kita menuju hasil yang produktif dan menghindari situasi yang genting ? dengan menggunakan pemain A. Meski pun hal itu tidak memboyong trofi Lombardi untuk Anda, tetapi setidaknya membantu Anda untuk menyelamatkan perusahaan dari titik akhir.

Tinggalkan Balasan